Rabu, 14 Januari 2015

BLK

PENGARUH KENAIKAN BBM 2014 TERHADAP
MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA
Disusun guna memenuhi tugas Bank Dan Lembaga Keuangan
Dosen: Bpk. Stevianus







Disusun Oleh:


1.        Adi Susilo Purnomo          (20213191)
2.        Annisa Damayanti P         (21213127)
3.        Bayu Andika                     (21213654)
4.        Bella Gusita Aritonang      (21213693)
5.        Danang Ferrianto               (21213993)
6.        Hieronymus Kopong Bali  (24213110)
7.        Intan Maulidina H             (24213439)
8.        Louis David Aror               (25213033)
9.        Madryawan Budiputro      (25213213)
10.    Maylina Rosa Elisabets      (25213377)
11.    Muhamad Muzani S           (25213747)

12.    Muhamad Reza Ariesta   (25213760)
13.    Muhammad Faza A         (25213927)
14.    Muhammad Rustama       (26213137)
15.    Nabil Hasan                     (26213253)
16.    Petra Yohana Shinta Z     (26213852)
17.    Roy Nugraha                    (28213109)
18.    Selvi Intan Pratidina        (28213358)
19.    Siti Sharah Mardiutami    (28213587)
20.    Tia Budi Pratiwi               (28213879)
21.    Wahyu Gunawan                         (29213199)
22.    Yuli Setia Ningsih            (29213560)


Kelas : 2EB03
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kepentingan pembelajaran mengenai perekonomian di Indonesia.  Masalah yang dirumuskan pada penilitian ini adalah apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap penerapan kenaikan BBM dalam perekonomian di Indonesia? Melalui kajian ini peniliti diharapkan dapat menggambarkan dan menjelaskan tentang pengaruh dari kenaikan BBM yang berada di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode analisis data dengan bentuk penelitian kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah diambil 41 responden mahasiswa Universitas Gunadarma. Teknik pengumpulan data dalam penilitian ini adalah dengan menyebarkan kuisioner terbuka dilingkungan Universitas Gunadarma.

Pendahuluan


Indonesia adalah salah satu produsen minyak dan gas bumi di dunia yang digunakan untuk berbagai keperluan yang ada. Pada masa kini ketergantungan Indonesia pada energi fosil membuat produksi minyak bumi dalam negeri menurun drastis sejak tahun 2001 silam. Keadaan ini didorong oleh kebutuhan yang terus naik dan tumbuhnya sektor industri di Indonesia.
Di Indonesia, minyak bumi diolah juga untuk digunakan sebagai  Bahan Bakar Minyak atau BBM, yang merupakan salah satu jenis bahan bakar yang digunakan secara luas di era industrialisasi, digunakan juga untuk bahan bakar kendaraan masyarakat luas. Sebagai produsen dan distributor,Indonesia memiliki Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara dalam kaitannya terhadap bahan bakar, sampai saat ini disubsidi oleh pemerintah untuk kebutuhan pasar. Menurut Kurtubi, pengamat minyak dan gas dari Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES) menyatakan bahwa cadangan minyak Indonesia saat ini sekitar 3,7 miliar barel atau sekitar 0,2% cadangan dunia. Dengan produksi minyak rata-rata 600 ribu barel per hari dan tanpa menemukan cadangan baru, maka cadangan minyak kita habis dalam 12 tahun.
Saat Ini, konsumsi minyak Indonesiai sudah mencapai 1,5 juta bph, sedangkan produksi minyak Indonesia hanya 826 ribu bph sehingga Indonesia harus mengimpor minyak dari luar negeri sebanyak 700 ribu bph. Sehingga uang negara yang dikeluarkan untuk  impor minyak saat ini mencapai US$ 120 juta atau hampir Rp 1,3 triliun per hari. Per tahun konsumsi BBM naik 8 persen, sementara produksinya justru menurun sampai 15 persen..
Pada tanggal 17 November 2014 lalu, pemerintah menaikan harga bahan bakar jenis premium dan solar sebesar Rp. 2.000,-.Berbagai macam tanggapan dan respon bermunculan, pemerintah menaikan harga untuk mengalihkan subsidi ke arah sektor produktif (kesehatan dan pendidikan) serta anggaran belanja yang lebih bermanfaat bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan, dengan memberikan perlindungan ke masyarakat yang kurang mampu dengan berbagai cara, serta operasi pasar untuk menakan harga kebutuhan di pasar. Berbagai pengruh juga dirasakan oleh masayarakat Indonesia tak terkecuali mahasiswa Gunadarama yang menimbukan berbagai pengaruh dalam berbagai aspek.





Rumusan Masalah
Permasalahan yang dikemukakan adalah apakah ada pengaruh kenaikan BBM terhadap mahasiswa Gunadarma?

Bahan Dan Metode
Metode penelitian ini adalah menggunakan metode analisis data dan bentuk metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuisioner dan menyebarkannya kepada para mahasiswa dilingkungan kampus. Sumber data dalam penelitian ini diambil sebanyak 41 responden mahasiswa Universitas Gunadarma.

Hasil
Kendaraan
Total
Mobil
5
Motor
35
Bis
4
Angkot
20
Kereta
11
Lain-Lain
3


Kenaikan Harga
Total
Rp            500
7
Rp         1.000
8
Rp         2.000
20
Rp         3.000
4
Rp         4.000
1
Rp         5.000
3
> Rp 5000
5




No.
Pertanyaan
Y
T
TH
1.       
Apakah anda setuju dengan kenaikan BBM?



2.       
Apakah uang jajan anda bertambah setelah kenaikan BBM?



3.       
Apakah uang jajan anda berpengaruh setelah kenaikan BBM?



4.       
Apakah ada kebutuhan yang anda kurangi setelah kenaikan BBM?



5.       
Apakah harga-harga yang anda konsumsi mengalami kenaikan?



6.       
Apakah anda akan memilih mengkonsumsi bekal pribadi untuk menghemat pengeluaran konsumsi anda?



7.       
Apakah pengeluaran anda mengalami kenaikan bbm?



8.       
Apakah kenaikan bbm saat ini akan mempengaruhi biaya kuliah anda?



9.       
Apakah anda setuju dengan rencana realokasi anggaran subsidi BBM ke sektor lain?



10.   
Apakah anda percaya pemerintah bisa mengatur realokasi anggaran subsidi BBM ke sektor lain?



11.   
Apakah kebijakan kenaikan BBM ini tepat untuk kondisi Negara saat ini?



12.   
Jika anda pengguna kendaraan pribadi, apakah anda menggunakan bahan bakar bersubsidi?



13.   
Jika anda pengguna kendaraan pribadi, akankah anda akan beralih ke transportasi umum?



14.   
Akankah anda beralih ke penggunaan bahan bakar non-subsidi?



15.   
Apakah bbm perlu disubsidi?




Menurut hasil penelitian yang telah kami lakukan, jawaban kuisioner :
YA
299
TIDAK
225
TIDAK TAHU
91

Pembahasan
Dari hasil penelitian yang telah kami lakukan kepada 41 responden mahasiswa Universitas Gunadarma sebanyak 35 orang mahasiswa menggunakan sepeda motor untuk alat transportasi ke kampus, banyak juga mahasiswa Universitas Gunadarma yang menggunakan alat transportasi seperti mobil, angkutan umum, bis, kereta dan lain-lain. Setelah terjadinya kenaikan harga BBM, mahasiswa merasakan sebanyak 7 orang mengalami kenaikan harga sebesar Rp. 500, sebanyak 8 orang mengalami kenaikan harga sebesar Rp. 1.000, sebanyak 20 orang mengalami kenaikan harga sebesar Rp. 2.000, sebanyak 4 orang mengalami kenaikan harga sebesar Rp. 3.000, sebanyak 1 orang mengalami kenaikan harga sebesar Rp. 4.000, sebanyak 3 orang mengalami kenaikan harga sebesar Rp. 5.000, dan sebanyak 5 orang mengalami kenaikan harga lebih dari Rp. 5.000.
Menurut survei yang telah kami lakukan, didapatkan data :
1.        Sebanyak 21 orang setuju dengan adanya kenaikan BBM, sebanyak 17 orang tidak setuju dengan adanya kenaikan BBM dan sebanyak 3 orang tidak tahu setuju atau tidak dengan adanya kenaikannya BBM.
2.        Sebanyak 8 orang mengalami bertambahnya uang jajan, sebanyak 27 orang tidak mengalami bertambahnya uang jajan dan sebanyak 6 orang menjawab tidak tahu.
3.        Sebanyak 23 orang mengatakan uang jajannya berpengaruh setelah adanya kenaikan BBM, sebanyak 16 orang mengatakan uang jajannya tidak berpengaruh setelah adanya kenaikan BBM dan sebanyak 2 orang mengatakan tidak tahu.
4.        Sebanyak 17 orang mengatakan ada kebutuhan yang harus mereka kurangi setelah kenaikan BBM, sebanyak 22 orang mengatakan tidak ada kebutuhan yang harus mereka kurangi dan sebanyak 2 orang mengatakan tidak tahu.
5.        Sebanyak 31 orang mengatakan harga-harga yang mereka konsumsi mengalami kenaikan, sebanyak 6 orang mengatakan harga-harga yang mereka konsumsi tidak mengalami kenaikan dan sebanyak 4 orang mengatakan tidak tahu.
6.        Sebanyak 24 orang mengatakan mereka akan memilih untuk mengkonsumsi bekal pribadi untuk menghemat pengeluaran, sebanyak 15 orang mengatakan mereka tidak akan memilih untuk mengkonsumsi bekal pribadi untuk menghemat pengeluaran dan 2 orang mengatakan tidak tahu.
7.        Sebanyak 32 orang mengatakan pengeluaran mereka mengalami kenaikan setelah adanya kenaikan BBM, sebanyak 6 orang mengatakan pengeluaran mereka tidak mengalami kenaikan setelah adanya kenaikan BBM dan sebanyak 3 orang mengatakan tidak tahu.
8.        Sebanyak 9 orang mengatakan kenaikan BBM akan mempengaruhi biaya kuliah, sebanyak 15 orang mengatakan kenaikan BBM tidak akan mempengaruhi biaya kuliah dan sebanyak 17 orang mengatakan tidak tahu.
9.        Sebanyak 25 orang mengatakan mereka setuju dengan rencana realokasi anggaran subsidi BBM ke sektor lain, sebanyak 10 orang mengatakan mereka tidak setuju dengan rencana realokasi anggaran subsidi BBM ke sektor lain dan sebanyak 6 orang mengatakan tidak tahu.
10.    Sebanyak 16 orang mengatakan mereka percaya pemerintah bisa mengatur realokasi anggaran subsidi BBM ke sektor lain, sebanyak 16 orang mengatakan mereka tidak percaya pemerintah bisa mengatur realokasi anggaran subsidi BBM ke sektor lain dan sebanyak 9 orang mengatakan tidak tahu,
11.    Sebanyak 16 orang mengatakan tepat untuk kebijakan kenaikan BBM pada kondisi Negara saat ini, sebanyak 17 orang mengatakan tidak tepat untut kebijakan kenaikan BBM pada kondisi Negara saat ini, dan sebanyak 8 orang mengatakan tidak tahu.
12.    Sebanyak 25 orang yang menggunakan kendaraan pribadi mengatakan mereka menggunakan bahan bakar bersubsidi, sebanyak 11 orang yang menggunakan kendaraan pribadi mengatakan mereka tidak menggunakan bahan bakar bersubsidi, dan sebanyak 5 orang tidak tahu.
13.    Sebanyak 10 orang yang mengunakan kendaraan pribadi akan beralih ke transportasi umum, sebanyak 20 orang yang menggunkan kendaraan pribadi tidak akan beralih ke transportasi umum, dan sebanyak 11 orang mengatakan tidak tahu.
14.    Sebanyak 21 orang mengatakan mereka akan beralih ke bahan bakar non-subsidi, sebanyak 12 orang mengatakan mereka tidak akan beralih ke bahan bakar non-subsidi, dan sebanyak 8 orang mengatakan tidak tahu.
15.    Sebanyak 21 orang mengatakan BBM perlu disubsidi, sebanyak 15 orang mengatakan BBM tidak perlu disubsidi, dan sebanyak 5 orang mengatakan tidak tahu.

Kesimpulan
Saat ini sedang maraknya dengan kenaikan BBM yang berdampak pada semua kalangan masyarakat di Indonesia. Mahasiswa Gunadarma juga merasakan dampak dari kenaikan BBM tersebut. Kami melakukan penelitian di sekitar lingkungan kampus Universitas Gunadarma tentang pengaruh dari kenaikan BBM yang terjadi di Indonesia dengan cara menyebarkan kuisioner kepada 41 responden secara acak. Hasil penelitian yang telah kami lakukan dari hasil kuisioner tersebut menyatakan sebanyak 48% dari responden menyatakan setuju dengan adanya kenaikan BBM. Dan sebagian besar dampak dari kenaikan BBM mempengaruhi harga-harga keperluan mahasiswa sehari-hari.

Daftar pustaka
Reksohadiprojo, Sukanto. (1988). Ekonomi Energi. Pau Studi Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Yogjakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar