Rabu, 14 Januari 2015

AKUNTANSI : AKTIVA TETAP BERWUJUD

AKTIVA TETAP BERWUJUD


·         Suatu aktiva tetap berwujud dapat memberikan jasa dan manfaat untuk periode tertentu.

·         Aktiva tersebut dapat berupa tanah, bangunan, peralatan, kendaraan bermotor, mesin, sumber daya alam, dan lainnya.

·         Masa manfaat atau umur ekonomis aktiva tetap adalah terbatas, kecuali tanah dimana hal ini terjadi sebagai akibat dari penyusutan.

·         Besar nilai yang disusutkan adalah selisih antara harga perolehan dengan nilai sisa.


Untuk menghitung besar penyusutan menggunakan
beberapa metode, yaitu :

1. Metode garis lurus (straight line)
2. Metode saldo menurun (declining balance)
3. Metode saldo menurun ganda (double declining)
4. Metode jumlah angka tahun (sum of the years’ digits)
5. Metode unit produksi (production unit)


Notasi yang digunakan :

C         = harga perolehan
S         = nilai sisa
n          = masa manfaat atau umur ekonomis
W        = dasar penyusutan
Rk       = biaya penyusutan pada tahun k
Bk       = nilai buku pada akhir tahun k
Dk       = akumulasi penyusutan pada akhir tahun k


A.   Metode Garis Lurus

Metode garis lurus adalah metode penyusutan yang mengasumsikan bahwa kegunaan akitiva tetap akan mengalami penurunan secara linier atau tetap/konstan untuk setiap periode selama masa manfaatnya.

Persamaannya :

·               Biaya Penyusutan :

            Rk  =  C  -  S
                             n




·               Akumulasi Penyusutan  :

  Dk  =  kRk

·               Nilai Buku  :

Bk  = C  -  kRk


Contoh :

Pada tanggal 1 Maret 2008, PT. Mulya membeli sebuah mesin seharga Rp. 40.000.000 untuk memperlancar kegiatan produksi. Umur Ekonomis dari mesin tersebut diperkirakan 5 tahun  dan nilai sisanya Rp. 4.000.000. Hitunglah biaya penyusutan per tahun apabila digunakan metode garis lurus dan buatlah tabel penyusutan.

Jawaban :

C = Rp. 40.000.000
S = Rp. 4.000.000
n  = 5 tahun

W = C – S
W = Rp. 40.000.000 – Rp. 4.000.000
W = Rp. 36.000.000

Rk  =  C  -  S       ;  Rk  =  W      ;    
            n                              n
   
         Rk Rp. 36.000.000        =      Rp. 7.200.000
                             5         



Tabel Penyusutan

Tahun
Dasar Penyusutan
Penyusutan
Akumulasi
Penyusutan
Nilai Buku

-

-
-
Rp. 40.000.000
1
Rp. 36.000.000
Rp. 7.200.000

Rp.  7.200.000

Rp. 32.800.000
2
Rp. 36.000.000
Rp. 7.200.000

Rp.14.400.000

Rp. 25.600.000
3
Rp. 36.000.000
Rp. 7.200.000

Rp.21.600.000

Rp. 18.400.000
4
Rp. 36.000.000
Rp. 7.200.000

Rp.28.800.000

Rp. 11.200.000
5
Rp. 36.000.000
Rp. 7.200.000

Rp.36.000.000

Rp.   4.000.000


B.   Metode Saldo Menurun

Metode saldo menurun menghasilkan biaya penyusutan yang tidak sama untuk setiap periode, tetapi menurun dari satu periode ke periode berikutnya.

Persamaannya  :

·         Tarif Penyusutan

d  =  1   -    n    
                                C

·         Biaya Penyusutan

Rk  = dBk-1


·         Nilai buku aktiva pada akhir tahun k

Bk   =  (1  - d)k C


·         Nilai akumulasi penyusutan

Dk  = C - (1  - d)k C


Contoh  :

Sebuah mobil dengan harga perolehan Rp.300.000.000 disusutkan dengan menggunakan saldo menurun dengan tarif 30%. Buatlah tabel penyusutan untuk 3 tahun pertama, kemudian hitunglah nilai buku pada akhir tahun ke-4 dan biaya penyusutan untuk tahun ke-5.

Jawaban  :

a.    Tabel Penyusutan dengan Metode Saldo Menurun

C  = Rp. 300.000.000    ; d  = 0,3

Tahun
Penyusutan
Akumulasi
Penyusutan
Nilai Buku

-
-

Rp. 300.000.000
1
Rp. 90.000.000

Rp. 90.000.000

Rp. 210.000.000
2
Rp.63.000.000

Rp.153.000.000

Rp. 147.000.000
3
Rp. 44.100.000

Rp.197.100.000

Rp. 102.900.000


b.    Nilai buku pada akhir tahun ke-4 (B4) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :

B4 =  (1-d)4 C
 =  (1-0.3)4 Rp 300.000.000
 =  Rp 72.030.000

c.    Biaya penyusutan untuk tahun ke-5 (R5) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :

R5 =  d B5-1
 =  (0,3) B4
 =  (0,3) Rp 72.030.000
 =  Rp 21.609.000


C.       Metode Saldo Menurun Ganda

·                     Metode saldo menurun ganda adalah yaitu saldo menurun yang menggunakan tarif penyusutan 2 kali tarif penyusutan garis lurus untuk masa manfaat yang sama.
·                     Artinya : Jika masa manfaat suatu aktiva tetap adalah 5 tahun sehingga tarif penyusutan garis lurusnya 20% maka tarif penyusutan saldo menurun ganda adalah 40%.
·                     Contoh Tarif Penyusutan = 2 X 1/5 X 100% = 40%


Contoh 1 :
Sebuah peralatan dengan harga perolehan Rp 410.000.000 disusutkan selama 5 tahun. Nilai sisa peralatan ini setelah akhir masa manfaat diperkirakan adalah Rp 10.000.000. Buat tabel penyusutan lengkap jika digunakan metode penyusutan saldo menurun ganda.

Jawaban :

Tarif Penyusutan =  2 X 1/5  X 100 %  = 40 %

Tahun
Penyusutan
Akumulasi
Penyusutan
Nilai Buku

-
-

Rp. 410.000.000
1
Rp. 164.000.000

Rp. 164.000.000

Rp. 246.000.000
2
Rp.98.400.000

Rp.262.400.000

Rp. 147.600.000
3
Rp. 59.040.000

Rp.321.440.000

Rp. 88.560.000
4

Rp. 35.424.000
Rp. 356.864.000
Rp. 53.136.000
5

Rp. 43.136.000 *
Rp. 400.000.000
Rp. 10.000.000
* = Pembulatan untuk mendapatkan nilai sisa Rp. 10.000.000

Contoh 2 :

Hitunglah nilai buku sebuah kendaraan yang dibeli dengan harga Rp 250.000.000 pada akhir tahun kedua jika masa manfaat adalah 4 tahun dan nilai sisa adalah Rp 50.000.000

Jawaban :

d     = 2 X 1/4 X 100%
d     = 50% =  0,5
 k     = 2




Bk        = (1-d)kC

B2        = (1-d)2 C
            = (1-0,5)2 Rp 250.000.000
            = Rp 62.500.000


D.       Metode Jumlah Angka Tahun

·               Metode jumlah angka tahun akan menghasilkan pola penyusutan yang semakin kecil dari tahun ke tahun.

·               Untuk mencari besar biaya penyusutan pada tahun k (Rk) dengan metode jumlah angka tahun dapat digunakan
       persamaan :

            Rk    =    n   -  k  +  1  ( C – S  )
                                  S    


·               Masa manfaat atau Umur Ekonomis (S) :

   S = (n/2)(1+n)


Contoh :

Pada tanggal 2 Januari 2002 PT. Milenium membeli sebuah peralatan komputer seharga Rp 5.000.000 yang memiliki masa manfaat 5 tahun dengan nilai sisa Rp 500.000. Apabila perusahaan memakai metode jumlah angka tahun untuk menghitung biaya penyusutan, Hitunglah biaya penyusutan setiap tahunnya dan tampilkan dalam tabel.

Jawaban :
C = Rp 5.000.000                                 n = 5 tahun
S = Rp 500.000
W = C – S = Rp 4.500.000

a) Biaya penyusutan tahun pertama :
R1 = 5/15 (Rp 4.500.000) = Rp 1.500.000

b) Biaya penyusutan tahun kedua :
R2 = 4/15 (Rp 4.500.000) = Rp 1.200.000

c) Biaya penyusutan tahun ketiga
R3 = 3/15 (Rp 4.500.000) = Rp 900.000

d) Biaya penyusutan tahun keempat
R4 = 2/15 (Rp 4.500.000) = Rp 600.000

e) Biaya penyusutan tahun kelima
R5 = 1/15 (Rp 4.500.000) = Rp 300.000


f ) Tabel Penyusutan dengan Metode Jumlah Angka Tahun


Tahun
Dasar Penyusutan
Penyusutan
Akumulasi
Penyusutan
Nilai Buku

-

-
-
Rp. 5.000.000
1
Rp. 4.500.000
Rp.1.500.000

Rp.1.500.000

Rp. 3.500.000
2
Rp. 4.500.000
Rp. 1.200.000

Rp.2.700.000

Rp. 2.300.000
3
Rp. 4.500.000
Rp. 900.000

Rp.3.600.000

Rp. 1.400.000
4
Rp. 4.500.000
Rp. 600.000

Rp.4.200.000

Rp. 800.000
5
Rp. 4.500.000
Rp. 300.000

Rp.4.500.000

Rp.   500.000

E.   Metode Unit Produksi

·         Di dalam metode unit produksi, estimasi masa manfaat aktiva tetap dinyatakan dengan satuan unit produksi.

·         Unit produksi tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk jam pemakaian, kilometer pemakaian, jumlah output, dan lainnya.

·         Persamaan untuk menghitung penyusutan dengan metode unit produksi adalah :

- Tarif penyusutan =   ( C  -  S  ) 
                                                      n

- Biaya Penyusutan (Rk)           = Tarif x Jumlah Produksi
= Tarif x (C - S)
= Tarif x W

Contoh  :

Sebuah mesin seharga Rp 15.000.000 diestimasikan memiliki masa manfaat selama 5 tahun dan nilai sisa Rp 2.500.000. Mesin tersebut diperkirakan mampu bekerja selama 20.000 jam. Jika diasumsikan unit produksi aktual dari mesin tersebut selama 5 tahun adalah : 5.000 jam, 4.500 jam, 3.900 jam, 3.500 jam, 3.100 jam, dan perusahaan memakai metode unit produksi dalam menghitung biaya penyusutan per tahun, Hitunglah :

a) Dasar Penyusutan
b) Tarif penyusutan per jam
c) Biaya penyusutan per tahun dan tabelnya


Jawaban :

C = Rp 15.000.000
S = Rp 2.500.000
n = Rp 20.000 jam

a) Dasar Penyusutan

W        = C – S
            = Rp 15.000.000 – Rp 2.500.000
= Rp 12.500.000

b) Tarif Penyusutan per jam


Tarif  =  W     = Rp. 12 .500 .000  = Rp. 625 perjam
                 n               20 .000  jam


c) Biaya Penyusutan per tahun dan tabelnya

Tahun
Produksi
(Jam)
Penyusutan
Akumulasi
Penyusutan
Nilai Buku

-

-
-
Rp. 15.000.000
1
Rp. 5.000
Rp.3.125.000

Rp.3.125.000

Rp. 11.875.000
2
Rp. 4.500
Rp. 2.812.500

Rp.5.937.500

Rp.9.062.500
3
Rp. 3.900
Rp. 2.437.500

Rp.8.375.000

Rp. 6.625.000
4
Rp. 3.500
Rp.2.187.500

Rp.10.562.500

Rp. 4.437.500
5
Rp. 3.100
Rp. 1.937.500

Rp.12.500.000

Rp.   2.500.000







Tidak ada komentar:

Posting Komentar